socmed

Friday, March 28, 2008

Global Warming Effect

Global average surface temperature will increase by between 1.0 and 3.5 Celsius degrees (between 1.8 and 6.3 Fahrenheit degrees) by the year 2100 (see Global Warming). If such a warming should occur, sea level should rise by between 15 cm and 95 cm (6 in and 37 in) by the year 2100, with the most likely rise being 50 cm (20 in). Such a rise in sea level might have a damaging effect on coastal ecosystems. (Ahrens, C.D. 2006, “Meteorology” in Microsoft Encarta)


Salah satu bukti yang nyata dari pemanasan global adalah naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub.

Aku tidak tahu persis, fenomena yang aku temukan di Pantai Baron disebabkan global warming atau tidak. Yang jelas sih cukup buat merinding, melihat perubahan signifikan yang terjadi pada garis pantainya.

Selama ini aku hanya baca berita di koran, bahwa ada rumah penduduk yang tadinya ratusan meter dari bibir pantai, sekarang dapurnya hampir termakan air laut. Tambah merinding lagi, melihat tim SAR (gak pake bikini lho…) yang mondar mandir mencari seorang korban yang hanyut di pantai itu sehari sebelumnya dan belum ditemukan…

Foto dibawah ini menunjukkan kondisi pantai Baron pada tanggal 25 Desember 2004.











Foto dibawah ini menunjukkan kondisi pantai Baron pada tanggal 21 Maret 2008.









Bandingkan.

Tahun 2004 pantai ini masih landai, terlihat dari warna air yang memperlihatkan permukaan pasir di bawahnya, dibalik selimut ombak nan melambai manja, sehingga para insan tergoda tergoda untuk mendekat (udah puitis belum? ;p).

Tahun 2008, rasanya seperti berdiri di pinggir kolam raksasa, berair hijau yang dalam. Motorboat tim SAR pun bisa melenggang santai di posisi yang sangat dekat dengan bibir pantai. Niat dari rumah untuk main air pun langsung hilang, lenyap, tamat sudah. Aku dan rombongan hanya menghabiskan waktu beberapa menit di pinggir pantai itu tanpa menyentuh air. Foto-foto di deretan kapal nelayan, langsung cabut.

Emm.. kalau memang ini salah satu global warming effect, cukup signifikan nggak ya kalau kita menanam pohon banyak-banyak untuk mencegah hilangnya pantai-pantai di masa mendatang?

idenama@28 March 08

4 comments:

Nurman Nmr said...

ini fenomena global warming atau fenomena laut pasang biasa?

Unknown said...

setahuu saya kejadian seperti itu biasa di pantai Baron, hal itu terjadi karena laut sedang pasang, kalu air sudah surut maka akan kembali seperti semula. saya tahu karena saya tinggal di Jogja dan sudah sering ke pantai Baron, Tks

sunshine said...

berarti jam pasang surut laut yang berubah ya, mengingat foto itu diambil pada jam yang kurang lebih sama, sekitar jam 10.30 pagi... dan yang lebih aku perhatiin sih perubahan kedalaman pada garis pantainya. misalnya nih.. lautnya pasang tapi kondisi pantainya tetep landai, apakah laut yang di pinggir pantai itu akan kelihatan dalem banget kaya gitu? maap kalo salah lhow :)

Unknown said...

kayaknya sih begitu, jadi lebih berpengaruh kepada hari apa atau tanggal berapa dari pada ke jam berapa. soalnya dulu juga pernah liat dalem gitu, tapi beberapa waktu kemudian surut lagi, trims